Lingkungan Algon

Paguyuban Umat Beriman Yang Mau Berbagi Dan Merakyat

Browsing Posts published by admin

Sabtu, 16 Januari 2010

Pagi-pagi buta, hujan sudah mengguyur Taman Lembah Hijau dan sekitarnya. Mendung menggantung di sepanjang hari setelah itu. Tapi ini tidak menyurutkan niat anggota Bina Iman Remaja Lingkungan Aloysius Gonzaga dan ketua panitia Natal BIA 2009 untuk segera bergegas berangkat menuju ke Hompimpa.

Sementara itu, menjelang pukul 8, warga lainnya mulai berkumpul di posko Kenanga Raya 20. Sebagian mengenakan dress code merah, sebagian lagi putih. Beberapa gelintir lainnya cukup percaya diri mengenakan kostum orange khas Algonz. Sambil menunggu semua berkumpul, Pak Anom mengedarkan sarapan pagi dengan ucapan khas, “Yang lapar… yang lapar…” duh jadi persis di terminal ya :)

Setelah dirasa semua sudah berkumpul, berangkatlah rombongan menuju ke Hompimpa. Di sana sudah menunggu panitia Natal BIA Algonz 2009 yang didominasi oleh BIR sebagai sie acara. Tak lama, Frater Julius juga sudah menampakkan dirinya…

Ibu-ibu langsung sibuk dengan persiapan konsumsinya. Heboh sekali perlengkapannya, bahkan kompor minyak tanah pun tidak ketinggalan turut serta. Anak-anak langsung lupa dengan niatnya Natalan: langsung sibuk dengan ayunan, perosotan, panjat-panjatan… Beruntung Algonz mempunyai beberapa Bapak yang selalu siap mengabadikan moment istimewa seperti ini dengan jepretan dan rekaman videonya. Ada Pak Yeyen, Pak Djoenaedy, dan tak lupa alumni Algonz yang masih setia hadir dalam acara Algonz: Pak Harjanto. Semua moment indah acara ini tidak luput dari incaran beliau-beliau.

Tak lama kemudian, acara segera dimulai. Pembawa acara kali ini adalah Mia dan Sherly dari BIR. Doa pembukaan dipimpin oleh Pak Nugroho, lalu dilanjutkan dengan sambutan dari Pak Bimo, ketua panitia Natal BIA 2009. Tema perayaan kali ini adalah ‘Bersama Membawa Damai’. Intinya kita harus kenal satu sama lain terlebih dahulu baru kemudian membawa damai bagi sesama di sekitar kita.

Kemudian tiba saat kita mendengar cerita dari Frater Julius. Kali ini Frater bercerita tentang sepasang harimau bernama Hari dan Mau yang tinggal di suatu gurun. Kedua harimau tersebut masing-masing merasa melihat ada harimau lain yang hidup di dalam danau, tetapi dengan pendapat yang berbeda-beda. Si Hari merasa bertemu dengan harimau danau yang baik hati: harimau danau tersebut tersenyum ketika si Hari mengajaknya tersenyum. Sedangkan si Mau merasa bertemu dengan harimau danau yang jahat: harimau danau tersebut menyeringai dan mengaum keras ketika si Mau juga mengaum keras. Padahal sebetulnya yang mereka lihat di air danau tersebut tidak lain adalah pantulan dari diri mereka sendiri. Pesan dari cerita ini adalah apabila kita berbuat baik pada orang-orang di sekitar kita maka mereka pun akan baik kepada kita.

Setelah ibadat sabda selesai, acara dilanjutkan dengan permainan. Semua peserta dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 10 orang, dewasa dan anak-anak, sambil bergandengan tangan. Permainan kali ini berjudul Polisi dan Pencuri. Ada dua untai tali yang harus diedarkan berkeliling dalam kelompok, namun tangan masing-masing tidak boleh terlepas. Kelompok yang bermain paling lama lah yang jadi pemenangnya.  

Permainan kedua adalah permainan Tebak Kata. Setiap kelompok terdiri dari 5 orang, masing-masing mendapat sepasang abjad yang dikalungkan di leher dengan bunyi TUKIN SEMAR. Panitia akan membacakan pertanyaan dan kemudian peserta beradu cepat merangkai jawaban dari abjad-abjad yang telah mereka kalungkan di leher. Seru sekali acaranya, karena selain pertanyaannya agak susah, kadang juga ternyata ada jawaban yang cukup ‘ajaib’ di telinga para peserta, sehingga tak jarang peserta protes kepada panitia karena pertanyaan yang aneh J

Selesai acara tersebut, dilanjutkan dengan permainan untuk BIA berupa Kelereng Estafet menggunakan plastik bekas botol aqua.

Tidak terasa, perut sudah berteriak-teriak minta diisi. Akhirnya acara selanjutnya adalah makan siang. Makanan santap siang kali ini adalah  sumbangan dari ibu-ibu Algonz. Ada mie goreng, ayam goreng, lalapan, sambel, es campur, rujak, dan yang paling laris adalah bakso kuah… yummy…

Selesai acara makan, perserta berkumpul kembali. Ternyata ada yang berulang tahun kali ini, yaitu Dea, putri pertama Pak Agri dan Bu Uning… Semua menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun, mengiringi Dea meniup lilin kue ulang tahunnya. Lalu Dea dipersilakan menyanyi dengan iringan musik dari papa tercinta.  Nggak afdol dong kalau yang ulang tahun nggak dikerjain… Teman-teman BIR ternyata telah mempersiapkan ember berisi air untuk mengguyur Dea dan lalu menaburinya dengan tepung terigu… Walaupun sudah berusaha melarikan diri dari kejaran teman-temannya, tetap saja Dea tertangkap dan lalu basah kuyup… Selamat ulang tahun Dea… semoga Dea selalu menjadi kebanggaan orang tua dan Tuhan selalu memberkati setiap langkah Dea. Amin.

Sembari BIR sibuk dengan acara guyur-mengguyur, ternyata BIA juga punya acara sendiri: bermain di kereta Hompimpa yang sebetulnya sudah rusak. Mereka yang sudah cukup besar bergantian mendorong adik-adiknya yang riang sekali naik kereta… Sungguh kebersamaan yang membahagiakan…

Acara ditutup dengan doa oleh ketua lingkungan Algonz: Pak Ahon. Setelah itu, dibagikan bingkisan makanan kecil dan kartu doa untuk anak-anak BIA. Diumumkan oleh Pak Ahon bahwa mulai saat ini anak-anak BIA diminta mengajak orang tuanya untuk berdoa bersama setiap hari di rumah masing-masing. Setiap selesai berdoa, orang tua membubuhkan satu tanda tangan di kartu tersebut. Lalu di setiap hari Sabtu pagi, pada saat kegiatan BIA, kartu tersebut dikumpulkan. Yang rajin berdoa akan mendapat reward berupa sticker dari Pendamping BIA. Ini merupakan salah satu program lingkungan Algonz yang baru.

Lalu selesailah acara Natal BIA Algonz 2009. Terima kasih Tuhan atas penyertaanMu sepanjang acara ini dan atas cuaca yang mendukung sehingga acara ini berlangsung dengan lancar. Terima kasih kepada BIR dan para pendamping, serta Bapak Ibu panitia yang berhari-hari merelakan waktunya untuk mempersiapkan acara ini. Terima kasih kepada semua yang telah mempersiapkan makanan santap siang. Terima kasih juga kepada seluruh peserta Natal BIA 2009… Sampai jumpa lagi dalam acara berikutnya…

By Bunda Ari

KEMATIAN

Comments off

Seorang pasien berpaling menghadap dokternya, selagi dokter itu bersiap untuk pergi, “Dokter, Aku takut mati. Ceritakan apa yang ada di sebelah sana”

Dengan lembut, dokter itu berkata, “Saya tidak tahu.”

“Anda tidak tahu? Anda, seorang Kristen, tidak tahu apa yang ada disebelah sana?”

Dokter itu sedang memegang gagang pintu kamar disebelah sana terdengar suara garukan dan keluhan, begitu pintu itu dibukanya, seekor anjing menerobos masuk dan lompat kearahnya dengan antusias dan senang sekali.

Menoleh kearah sang pasien, dokter berkata, “Anda lihat anjing saya? ia belum pernah masuk ruangan ini sebelumnya ia tidak tahu ada apa didalamnya. Ia tidak tahu apa-apa, kecuali bahwa tuannya ada didalam, dan ketika pintu dibuka, ia langsung masuk tanpa takut. Saya hanya tau sedikit tentang ada apa di sebelah kematian tapi saya tahu benar tentang satu hal… saya tahu Tuhan saya ada disana dan itu cukup.”

Kiranya ada damai sejahtera besertamu hari ini. Kiranya anda percaya Tuhan tahu dimana anda akan berada.

Saya percaya bahwa teman2 adalah malaikat-malaikat pendiam yang selalu menjaga kita agar tidak jatuh ketika sayap-sayap kita kesulitan mengingat bagaimana terbang.

Teruskan berita ini… Jangan simpan sendiri, bagikan…..

*God Bless Us*

**** special thanks to Pak Iwan Dovi for sharing this story****

  

Lingkaran Adven

Lingkaran Adven

 

Masa Liturgi Adven menandai masa persiapan rohani umat beriman sebelum Natal. Adven dimulai pada hari Minggu terdekat sebelum Pesta St. Andreas Rasul (30 November). Masa Adven berlangsung selama empat hari Minggu dan empat minggu persiapan, meskipun minggu terakhir Adven pada umumnya terpotong dengan tibanya Hari Natal.
 
Masa Adven mengalami perkembangan dalam kehidupan rohani Gereja. Sejarah asal-mula Adven sulit ditentukan dengan tepat. Dalam bentuk awalnya, yang bermula dari Perancis, Masa Adven merupakan masa persiapan menyambut Hari Raya Epifani, hari di mana para calon dibaptis menjadi warga Gereja; jadi persiapan Adven amat mirip dengan Prapaskah dengan penekanan pada doa dan puasa yang berlangsung selama tiga minggu dan kemudian diperpanjang menjadi 40 hari. Pada tahun 380, Konsili lokal Saragossa, Spanyol menetapkan tiga minggu masa puasa sebelum Epifani. Diilhami oleh peraturan Prapaskah, Konsili lokal Macon, Perancis, pada tahun 581 menetapkan bahwa mulai tanggal 11 November (pesta St. Martinus dari Tours) hingga Hari Natal, umat beriman berpuasa pada hari Senin, Rabu dan Jumat. Lama-kelamaan, praktek serupa menyebar ke Inggris. Di Roma, masa persiapan Adven belum ada hingga abad keenam, dan dipandang sebagai masa persiapan menyambut Natal dengan ikatan pantang puasa yang lebih ringan.
 
Gereja secara bertahap mulai lebih membakukan perayaan Adven. Buku Doa Misa Gelasian, yang menurut tradisi diterbitkan oleh Paus St. Gelasius I (wafat thn 496), adalah yang pertama menerapkan Liturgi Adven selama lima Hari Minggu. Di kemudian hari, Paus St. Gregorius I (wafat thn 604) memperkaya liturgi ini dengan menyusun doa-doa, antifon, bacaan-bacaan dan tanggapan. Sekitar abad kesembilan, Gereja menetapkan Minggu Adven Pertama sebagai awal tahun penanggalan Gereja. Dan akhirnya, Paus St. Gregorius VII (wafat thn 1095) mengurangi jumlah hari Minggu dalam Masa Adven menjadi empat.
Meskipun sejarah Adven agak “kurang jelas”, makna Masa Adven tetap terfokus pada kedatangan Kristus (Adven berasal dari bahasa Latin “adventus”, artinya “datang”). Katekismus Gereja Katolik menekankan makna ganda “kedatangan” ini: “Dalam perayaan liturgi Adven, Gereja menghidupkan lagi penantian akan Mesias; dengan demikian umat beriman mengambil bagian dalam persiapan yang lama menjelang kedatangan pertama Penebus dan membaharui di dalamnya kerinduan akan kedatangan-Nya yang kedua” (no. 524).
 
Oleh sebab itu, di satu pihak, umat beriman merefleksikan kembali dan didorong untuk merayakan kedatangan Kristus yang pertama ke dalam dunia ini. Kita merenungkan kembali misteri inkarnasi yang agung ketika Kristus merendahkan diri, mengambil rupa manusia, dan masuk dalam dimensi ruang dan waktu guna membebaskan kita dari dosa. Di lain pihak, kita  ingat dalam Syahadat bahwa Kristus akan datang kembali untuk mengadili orang yang hidup dan mati dan kita harus siap untuk bertemu dengannya.
 
Suatu cara yang baik dan saleh untuk membantu kita dalam masa persiapan Adven adalah dengan memasang Lingkaran Adven. Lingkaran Adven merupakan suatu lingkaran, tanpa awal dan akhir: jadi kita diajak untuk merenungkan bagaimana kehidupan kita, di sini dan sekarang ini, ikut ambil bagian dalam rencana keselamatan Allah yang kekal dan bagaimana kita berharap dapat dapat ikut ambil bagian dalam kehidupan kekal di kerajaan surga. Lingkaran Adven terbuat dari tumbuh-tumbuhan segar, sebab Kristus datang guna memberi kita hidup baru melalui sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya. Tiga batang lilin berwarna ungu melambangkan tobat, persiapan dan kurban; sebatang lilin berwarna merah muda melambangkan hal yang sama, tetapi dengan menekankan Minggu Adven Ketiga, Minggu Gaudate, saat kita bersukacita karena persiapan kita sekarang sudah mendekati akhir. Terang itu sendiri melambangkan Kristus, yang datang ke dalam dunia untuk menghalau kuasa gelap kejahatan dan menunjukkan kepada kita jalan kebenaran. Gerak maju penyalaan lilin setiap hari menunjukkan semakin bertambahnya kesiapan kita untuk berjumpa dengan Kristus. Setiap keluarga sebaiknya memasang satu Lingkaran Adven, menyalakannya saat santap malam bersama dan memanjatkan doa-doa khusus. Kebiasaan ini akan membantu setiap keluarga untuk memfokuskan diri pada makna Natal yang sebenarnya.
 
Secara keseluruhan, selama Masa Adven kita berjuang untuk menggenapi apa yang kita daraskan dalam doa pembukaan Misa Minggu Adven Pertama: “Bapa di surga… tambahkanlah kerinduan kami akan Kristus, Juruselamat kami, dan berilah kami kekuatan untuk bertumbuh dalam kasih, agar fajar kedatangan-Nya membuat kami bersukacita atas kehadiran-Nya dan menyambut terang kebenaran-Nya.
 
 

oleh: P. William P. Saunders
pastor of Our Lady of Hope Parish in Potomac Falls and a professor of catechetics and theology
at Notre Dame Graduate School in Alexandria.
diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin The Arlington Catholic Herald.”

 

 

 

Kisah nyata ini terjadi di sebuah Rumah Sakit di Tennessee , USA . Seorang ibu muda, Karen namanya sedang mengandung bayinya yang ke dua. Sebagaimana layaknya para ibu, Karen membantu Michael anaknya pertama yang baru berusia 3 tahun bagi kehadiran adik bayinya. Michael senang sekali akan punya adik. Kerap kali ia menempelkan telinganya diperut ibunya. Dan karena Michael suka bernyanyi, ia pun sering menyanyi bagi adiknya yang masih diperut ibunya itu. Nampaknya Michael amat sayang sama adiknya yang belum lahir itu.
 
Tiba saatnya bagi Karen untuk melahirkan. Tapi sungguh diluar dugaan, terjadi komplikasi serius. Baru setelah perjuangan berjam-jam adik Michael dilahirkan. Seorang bayi putri yang cantik, sayang kondisinya begitu buruk sehingga dokter yang merawat dengan sedih berterus terang kepada Karen; bersiaplah jika sesuatu yang tidak kita inginkan terjadi.
 
Karen dan suaminya berusaha menerima keadaan dengan sabar dan hanya bisa pasrah kepada yang Kuasa. Mereka bahkan sudah menyiapkan acara penguburan buat putrinya sewaktu-waktu dipanggil Tuhan. Lain halnya dengan kakaknya Michael, sejak adiknya dirawat di ICU ia merengek terus!
Mami, … aku mau nyanyi buat adik kecil! Ibunya kurang tanggap.
Mami, … aku pengen nyanyi! Karen terlalu larut dalam kesedihan dan kekuatirannya.
Mami, … aku kepengen nyanyi! Ini berulang kali diminta
Michael bahkan sambil meraung menangis. Karen tetap menganggap rengekan Michael rengekan anak kecil.
Lagi pula ICU adalah daerah terlarang bagi anak-anak.
 
Baru ketika harapan menipis, sang ibu mau mendengarkan Michael. Baik, setidaknya biar Michael melihat adiknya untuk yang terakhir kalinya. Mumpung adiknya masih hidup! Ia dicegat oleh suster didepan pintu kamar ICU. Anak kecil dilarang masuk!. Karen ragu-ragu. Tapi, suster…. suster tak mau tahu; ini peraturan! Anak kecil dilarang dibawa masuk! Karen menatap tajam suster itu, lalu katanya: Suster, sebelum menyanyi buat adiknya, Michael tidak akan kubawa pergi! Mungkin ini yang terakhir kalinya bagi Michael melihat adiknya! Suster terdiam menatap Michael dan berkata, tapi tidak boleh lebih dari lima menit!.
 
Demikianlah kemudian Michael dibungkus dengan pakaian khusus lalu dibawa masuk ke ruang ICU. Ia didekatkan pada adiknya yang sedang tergolek dalam sakratul maut. Michael menatap lekat adiknya … lalu dari mulutnya yang kecil mungil keluarlah suara nyanyian yang nyaring “… You are my sunshine, my only sunshine, you make me happy when skies are grey …” Ajaib! si Adik langsung memberi respon. Seolah ia sadar akan sapaan sayang dari kakaknya.
 
You never know, dear, How much I love you. Please don’t take my sunshine away. Denyut nadinya menjadi lebih teratur. Karen dengan haru melihat dan menatapnya dengan tajam dan terus, … terus Michael! teruskan sayang! … bisik ibunya … The other night, dear, as I laid sleeping, I dream, I held you in my hands … dan sang adikpun meregang, seolah menghela napas panjang. Pernapasannya lalu menjadi teratur … I’ll always love you and make you happy, if you will only stay the same … Sang adik kelihatan begitu tenang … sangat tenang.
 
Lagi sayang! bujuk ibunya sambil mencucurkan air matanya. Michael terus bernyanyi dan … adiknya kelihatan semakin tenang, relax dan damai … lalu tertidur lelap.
 
Suster yang tadinya melarang untuk masuk, kini ikut terisak-isak menyaksikan apa yang telah terjadi atas diri adik Michael dan kejadian yang baru saja ia saksikan sendiri.
 
Hari berikutnya, satu hari kemudian si adik bayi sudah diperbolehkan pulang. Para tenaga medis tak habis pikir atas kejadian yang menimpa pasien yang satu ini. Mereka hanya bisa menyebutnya sebagai sebuah therapy ajaib, dan Karen juga suaminya melihatnya sebagai Mujizat Kasih Ilahi yang luar biasa, sungguh amat luar biasa! tak bisa mengungkapkan dengan kata-kata.
 
Bagi sang adik, kehadiran Michael berarti soal hidup dan mati. Benar bahwa memang Kasih Ilahi yang menolongnya. Dan ingat Kasih Ilahi pun membutuhkan mulut kecil si Michael untuk mengatakan “How much I love you”.
 
Dan ternyata Kasih Ilahi membutuhkan pula hati polos seorang anak kecil “Michael” untuk memberi kehidupan. Itulah kehendak Tuhan, tidak ada yang mustahil bagiNYA bila IA menghendaki terjadi.
 
Note:
Kadang hal-hal yang menentukan, dalam diri orang lain …
Datang dari seseorang yang kita anggap lemah …
Hadir dari seseorang yang kita tidak pernah perhitungkan …

Seorang pria turun dari sebuah mobil mewah yang diparkir di depan kuburan umum. Pria itu berjalan menuju pos penjaga kuburan. Setelah memberi salam, pria yang ternyata adalah sopir itu berkata,
“Pak, maukah Anda menemui wanita yang ada di mobil itu? Tolonglah Pak, karena para dokter mengatakan sebentar lagi beliau akan meninggal!” 
Penjaga kuburan itu menganggukkan kepalanya tanda setuju dan ia segera berjalan di belakang sopir itu. Seorang wanita lemah dan berwajah sedih membuka pintu mobilnya dan berusaha tersenyum kepada penjaga kuburan itu sambil berkata,
“Saya Ny . Steven. Saya yang selama ini mengirim uang setiap dua minggu sekali kepada Anda. Saya mengirim uang itu agar Anda dapat membeli seikat kembang dan menaruhnya di atas makam anak saya. Saya datang untuk berterima kasih atas kesediaan dan kebaikan hati Anda. Saya ingin memanfaatkan sisa hidup saya untuk berterima kasih kepada orang-orang yang telah menolong saya.”
 
“O, jadi Nyonya yang selalu mengirim uang itu? Nyonya, sebelumnya saya minta maaf kepada Anda. Memang uang yang Nyonya kirimkan itu selalu saya belikan kembang, tetapi saya tidak pernah menaruh kembang itu di pusara anak Anda.”,  jawab pria itu.
 
“Apa, maaf?” tanya wanita itu dengan gusar.
 
“Ya, Nyonya. Saya tidak menaruh kembang itu di sana karena menurut saya, orang mati tidak akan pernah melihat keindahan seikat kembang. Karena itu setiap kembang yang saya beli, saya berikan kepada mereka yang ada di rumah sakit, orang miskin yang saya jumpai, atau mereka yang sedang bersedih. Orang-orang yang demikian masih hidup, sehingga mereka dapat menikmati keindahan dan keharuman kembang-kembang itu, Nyonya,”  jawab pria itu.
 
Wanita itu terdiam, kemudian ia mengisyaratkan agar sopirnya segera pergi.
 
Tiga bulan kemudian, seorang wanita cantik turun dari mobilnya dan berjalan dengan anggun ke arah pos penjaga kuburan.
 
“Selamat pagi. Apakah Anda masih ingat saya? Saya Ny. Steven. Saya datang untuk berterima kasih atas nasihat yang Anda berikan beberapa bulan yang lalu. Anda benar bahwa memperhatikan dan membahagiakan mereka yang masih hidup jauh lebih berguna daripada meratapi mereka yang sudah meninggal.
Ketika saya secara langsung mengantarkan kembang-kembang itu ke rumah sakit atau panti jompo, kembang-kembang itu tidak hanya membuat mereka bahagia, tetapi saya juga turut bahagia. Sampai saat ini para dokter tidak tahu mengapa saya bisa sembuh, tetapi saya benar-benar yakin bahwa sukacita dan pengharapan adalah obat yang memulihkan saya!”
 

Jangan pernah mengasihani diri sendiri, karena mengasihani diri sendiri akan membuat kita terperangkap di kubangan kesedihan. Ada prinsip yang mungkin kita tahu, tetapi sering kita lupakan, yaitu dengan menolong orang lain sesungguhnya kita menolong diri sendiri.

“HATI YANG GEMBIRA ADALAH OBAT” (Amsal 17:22)

Di sebuah keluarga miskin, seorang ayah tampak kesal pada anak perempuannya yang berusia tiga  tahun. Anak perempuannya baru saja menghabiskan uang untuk membeli kertas kado emas untuk membungkus sekotak kado.

Keesokan harinya, anak perempuan itu memberikan kado itu sebagai hadiah ulang tahun pada sang Ayah.

“Ini untuk ayah,” kata anak gadis itu.
 
Sang ayah tak jadi marah. Namun, ketika ia membuka kotak dan mendapatkan isinya kosong, meledaklah kemarahannya.
 
“Tak tahukah kau, kalau kau menghadiahi kado pada seseorang, kau harus memberi sebuah barang dalam kotak ini!”

 Anak perempuan kecil itu menatap ayahnya dengan mata berkaca-kaca. Ia berkata terisak-isak, “Oh ayah, sesungguhnya aku telah meletakkan sesuatu ke dalam kotak itu.”

“Apa yang kau letakkan ke dalam kotak ini? Bukankah kau lihat kotak ini kosong?” bentak ayahnya.

“Oh ayah, sungguh aku telah meletakkan hampir ribuan ciuman untuk ayah ke dalam kotak itu,” bisik anak perempuan itu.

Sang ayah terperangah mendengar jawaban anak perempuan kecilnya. Ia lalu memeluk erat-erat anak perempuannya dan meminta maaf.

Konon, orang-orang menceritakan bahwa, pria itu selalu meletakkan kotak kado itu di pinggir tempat tidurnya sampai akhir hayat. Kapan pun ia mengalami kekecewaan, marah atau beban yang berat, ia membayangkan ada ribuan ciuman dalam kotak itu yang mengingatkan cinta anak perempuannya.

Dan sesungguhnya kita telah menerima sebuah kotak emas penuh berisi cinta tanpa pamrih dari orang tua, istri/suami, anak, pasangan, teman dan sahabat kita. Tak ada yang lebih indah dan berharga dalam hidup ini selain cinta.

Itu mengapa Yg Maha Kuasa hadirkan hidup kita tidak sendiri melainkan penuh dengan cinta. Sering kali kita tidak menyadari dan tidak menghargai orang-orang itu. Mari mulai hargai orang 2 yang ada di dekat anda.

SIBUK

Comments off

SIBUK

Suatu ketika para setan berkumpul mengadakan kongres setan se dunia.
Pada pidato , sang pemimpin berkata: ‘Kita nggak mungkin menjauhkan umat Kristiani dari gereja.
Kita tidak bisa mencegah mereka membaca Alkitab dan mengetahui kebenarannya.
Kita bahkan tidak bisa mencegah mereka berhubungan dengan
Sang Penyelamat.Sekali mereka memperoleh kontak dengan Jesus, maka kekuasaan kita akan hancur.’

Biarkan saja mereka ke gereja. Begitu mereka selesai
makan malam, curilah waktunya, sehingga mereka tidak punya waktu untuk membangun
hubungan dengan Jesus Kristus.’

‘Inilah yang harus kalian lakukan,’ kata setan.

 ’Jauhkan mereka dari Sang Penyelamat, dan konsentrasilah ke jaringan-jaringan vital yang mengatur hidup mereka
 sepanjang hari .’ ‘Apa yang harus kami lakukan ?’ teriak setan-setan yang hadir.

 ’Buat mereka sibuk untuk hal-hal yang sepele dalam hidup mereka dan dapat mempengaruhi jalan pikiran mereka,’ jawab Sang Pemimpin.

 ’ Perbanyak waktu luang mereka dan sibukkan.. Usahakan
 ibu2 rumah tangga bekerja lebih lama dan suaminya juga bekerja 6 – 7 hari seminggu, 10 – 12
 jam sehari, sehingga mereka tidak sempat bersosialisasi.

 Buat mereka tidak punya waktu luang buat anak.
Begitu keluarga mereka terpecah, maka kesibukan menjadi tempat pelarian.’

 ’Arahkan jalan pikiran mereka sehingga tidak mendengar hati nurani lagi..
 Usahakan mereka memutar kaset atau mendengarkan radio pada saat mengemudi.

 Jaga agar TV, VCD Player, CD dan komputer tetap diputar
 terus menerus dirumah mereka dan usahakan tidak terdengar lagu-lagu rohani
 di setiap toko maupun restoran yang ada didunia.

 Ini akan mempengaruhi pikiran mereka dan memutuskan hubungan dengan Kristus.’

 ’Isi ruang tamu mereka dengan majalah dan suratkabar.

 Penuhi pikiran mereka dengan berita selama 24 jam.

 Pasang billboard / iklan disepanjang jalan, agar terbaca pada saat berkendaraan.

 Banjiri kotak suratnya dengan katalog barang, promosi barang, undian dan segala macam penawaran barang gratisan dengan janji-janji
 palsu.’

 ’Percantik semua model yang muncul di majalah – majalah dan TV, sehingga
 para suami merasa kecantikan lahiriah lebih penting dan merasa kecewa dengan penampilan istri sendiri.’

 ’ Buat para istri kelelahan, sehingga tidak ada waktu
 romantis dengan suaminya. Jika mereka tidak bisa saling memberikan kasih
 sayang sebagai suami istri seperti layaknya, maka mereka akan berpaling ke
 orang lain alias selingkuh. Ini akan mempercepat keluarga tersebut berantakan.’

 Buat mereka sakit kepala juga.

 ’Berikan kepada mereka Sinterklas, agar para orang tua
 tidak memahami & tidak sempat menerangkan arti Natal yang sebenarnya kepada anak-anaknya.

 Berikan mereka telur Paskah, sehingga mereka bingung &
 tidak pernah berbicara tentang arti sebenarnya dari kuasa penebusan dari
 darah Kristus atas dosa dan maut. Bahkan saat rekreasi, biarkan mereka bertingkah berlebihan
 & terjadi konflik2, sehingga begitu mereka pulang dari rekreasi, maka
 badan & pikiran mereka akan kecapaian. jangan Biarkan mereka pergi ke alam bebas
 yang bisa membuat mereka kagum atas ciptaan Tuhan.

 Usahakan mereka tetap sibuk dan kirim mereka ke taman bermain, tempat
 berolahraga, mal, konser musik dan bioskop.

 ’Pokoknya bikin mereka sibuk, sibuk, sibuk terus terutama sibuk mencari &
 mengumpulkan uang, buat mereka terus kuatir akan hari depannya, supaya
 mereka menjadi sakit & melakukan ber-macam2 dosa dengan bebas & kreatif !’

 ’Biarkan saja mereka menghadiri kebaktian atau persekutuan doa, tapi
 libatkan mereka dalam gossip dan basa basi, jangan sampai pikirannya
 terfokus kepada Allah & hatinya terbuka untuk dibentuk ulang & menjadi
 berubah, tapi buat mereka menjadi orang yang munafik, pura2 rohani &
 sehingga mereka hanya ber-main2, cuek & tidak sadar apalagi takut sekalipun
 sedang berada di hadapan Allah saat itu.

 Paling baik lagi, bila mereka ‘ diakali ‘ agar merasa tidak puas & kecewa
 oleh orang2 gereja sendiri, sehingga dengan penuh kesadaran tidak mau datang
 lagi ke gereja.

 Kacaukan tujuan hidup mereka dengan harta benda yang menyebabkan mereka
 tidak punya waktu utk bersandar, berharap & meneladani kehidupan dari Jesus.

 Ini akan membuat mereka bekerja dengan kekuatan sendiri mengorbankan
 kesehatan mereka dan keluarga hanya utk harga benda atau materi.’

 Biarkan harta itu dibawanya kekuburan atau menjadi biang keributan diantara anak2nya nanti.

 ’ Ini pasti berhasil…. … ! ‘ ‘Ini pasti berhasil…. .! ‘

 BUSY (sibuk) berarti : Being Under Satan’s Yoke

 [ berada di bawah kuk yang dipasang setan ]

 Walaupun ini adalah sebuah rencana sederhana.

 Nampaknya setan2 ini telah berhasil melaksanakan tugas mereka, sehingga
 banyak umat Kristiani di dunia ini terlihat begitu sibuk pontang panting ke
  sana ke mari, sehingga hanya mempunyai waktu sedikit saja dengan Tuhan dan keluarga…

 Bahkan dibuat sampai tidak punya waktu untuk menceritakan tentang kuasa
 Tuhan yang telah menyelamatkan & merubah hidup mereka kepada orang lain.

 Apakah setan telah sukses dengan rencananya kepada Anda juga ? Don’t let this happen.

 Semoga hikmat dari Tuhan kita Yesus Kristus menyertaimu
 saat ini !

Powered by WordPress Web Design by SRS Solutions © 2010 Lingkungan Algon Design by SRS Solutions